Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yunus

Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe

Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe. Setelah nabi Yunus mendirikan pondok , maka tumbuhlah sebatang pohon jarak untuk menaunginya, namun itu hanya sehari, karena besoknya sudah layu. Sang nabi yang awalnya senang menjadi kesal kembali.

Nabi Yunus mendirikan pondok untuk menantikan kehancuran kota Niniwe

Nabi Yunus mendirikan pondok untuk menantikan kehancuran kota Niniwe. Dengan berharap untuk mati , sebenarnya nabi Yunus sudah mengetahui bahwa Allah tidak jadi menghukum kota Niniwe , namun ia tetap saja menantikan kehancuran kota tersebut sesuai dengan nubuatnya.

Nabi Yunus ingin mati

Nabi Yunus ingin mati. Nabi Yunus tidak memiliki kasih Allah dalam hatinya, dia merasa malu sebab apa yang ia nubuatkan tidak digenapi karena pertobatan dari orang-orang Niniwe .

Engkaulah Allah Yang Pengasih dan Penyayang,...

Engkaulah Allah Yang Pengasih dan Penyayang,... Ketika nabi Yunus melihat pertobatan Niniwe dan Allah yang tidak jadi mengghukum , maka ia menjadi marah. Dan ia berkata kepada TUHAN apa sebabnya dulu ia melarikan diri ke Tarsis.

Penghakiman ditarik kembali karena pertobatan Niniwe

Penghakiman ditarik kembali karena pertobatan Niniwe. Karena orang-orang Niniwe sungguh-sungguh bertobat , baik raja, rakyat maupun ternak pakai kain kabung dan berpuasa untuk merendahkan diri dihadapan Allah, maka Allah tidak jadi menghumum mereka.

Manusia dan ternak pakai kain kabung

Manusia dan ternak pakai kain kabung. Bukan hanya raja kota dan penduduknya yang pakai kain kabung, tetapi ternak juga. Pertobatan Niniwe ini melambangkan kesatuan antara manusia dan alam dalam merendahkan diri dan memohon. Orang-orang Niniwe berharap Allah akan berbalik dan menyesal. Orang-orang Niniwe berharap Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya, supaya jangan menghukum mereka. Berharap Allah akan berbalik dan menyesal tidak berarti bahwa mereka berpikir kalau Allah bisa berubah-ubah. Sebaliknya, kata berbalik dan menyesal itu menunjukkan bahwa orang-orang itu yakin bahwa kerinduan terbesar Tuhan bukanlah untuk menghancurkan manusia, melainkan untuk menyelamatkan mereka. Kata menyesal, jika digunakan kepada Allah bukan berarti penderitaan karena dosa, tetapi lebih menunjuk kepada keputusan di pihak Allah untuk mengubah metode-Nya dalam menghadapi makhluk ciptaanNya. Allah senang jika manusia sungguh-sungguh menolak dosa, dan sebagai tan...

Pertobatan Niniwe

Pertobatan Niniwe. Mungkin ngeri melihat penampilan dan mendengar pesan singkat sang nabi yang mengerikan, akhirnya orang-orang di kota Niniwe bertobat. Mereka berpuasa dan pakai kain kabung untuk menunjukkan kerendahan hati.

Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan

Sang nabi setelah tinggal di dalam perut ikan itu 3 hari 3 malam akhirnya menuruti perintah Allah untuk pergi ke Niniwe memberitakan firman Allah.

Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus

Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus. Allah tidak melupakan nabi Yunus. Sang nabi yang dibuang oleh para pelaut setelah mereka tidak sanggup mendayung lagi akhirnya ditelan oleh seekor ikan besar, yang merupakan alat untuk membawanya ke pantai dengan aman.

Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga

Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga. Ketika nabi Yunus berada di kapal yang diamuk badai besar dan menyadari bahwa dirinya sumber masalah yang harus dibuang kedalam laut, maka orang-orang dikapal tersebut tidak segera melakukan permintaannya itu, mereka berusaha menyelamatkan sang nabi.